laporan praktikum neonatus dan resume
LAPORAN PRAKTIKUM
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
DESLAN MARGARET MALAU 022019018
1. Antropeometri.
Antropometri berasal dari kata anthropos dan metros. Anthoropos artinya tubuh dan metros artinya ukuran. Jadi antropometri adalah ukuran tubuh. Pengertian ini bersifat sangat umum sekali (Supariasa, dkk, 2001). Sedangkan sudut pandang gizi, Jelliffe (1966) mengungkapkan bahwa antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. Penggunaan antropometri, khususnya pengukuran berat badan pernah menjadi prinsip dasar pengkajian gizi dalam asuhan me
2. Pemeriksaan Fisik Pada Bayi Baru Lahir
Pemeriksaan fisik bayi baru lahir adalah langkah yang harus dilalui seorang bidan dalam memberikan asuhan pada bayi baru lahir. Pemeriksaan fisik bayi baru lahir meliputi pemeriksaan kepala, mata, hidung, mulut, leher, klavikula, tangan, dada, genetalia, abdomen, tungkai, spinal, kulit dan reflek bayi baru lahir.
Perawatan tali pusat adalah melakukan pengobatan dan pengikatan tali pusat yang menyebabkan tali pusat mengalami pemisahan fisik dengan bayi, dan kemudian tali pusat dirawat dalam keadaan bersih dan terhindar dari infeksi tali pusat. Tujuan Perawatan tali pusat adalah untuk merawat tali pusat pada bayi baru lahir agar tetap kering dan mencegah terjadinya infeksi dan untuk mempercepat lepasnya tali pusat (Sodikin, 2009).
A. Penilaian
Segera setelah lahir letakkan bayi diatas kain bersih dan kering yang disiapkan di atas perut ibu (bila tidak memungkinkan, letakkan di dekat ibu misalnya diantara kedua kaki ibu atau I sebelah ibu) pastikan area tersebut bersih dan kering, keringkan bayi terutama muka dan permukaan tubuh dengan kering, hangat dan bersih. Kemudian lakukan penilaian awal sebagai berikut: (a) apakah menangis kuat dan/atau bernafas tanpa kesulitan?; (b) apakah bergerak dengan aktif atau lemas?; jika bayi tidak bernafas atau megap-megap atau lemah maka segera lakukan resusitasi bayi baru lahir.
APGAR score
No Aspek yang dinilai Nilai 0 Nilai 1 Nilai 2
1. Appearance (warna kuli Seluruh tubuh biru Tubuh merah
ekstrimitas biru Seluruh tubuh merah
2. Pulse (denyut jantung) Tidak ada <100 kali/menit >100 kali/menit
3. Grimace (rangsangan) Tidak ada Sedikit menyeringai Bersin
4. Activity (tonus otot) Tidak ada Sedikit fleksi Bergerak aktif
5. Respiratory (pernapasan) Tidak ada Merintih Menagis kuat
B. Pencegahan Kehilangan Panas
Mekanisme kehilangan panas:
a. Evaporasi Penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir, tubuh bayi tidak segera dikeringkan.
b. Konduksi Kehilangan panas tubuh melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin, co/ meja, tempat tidur, timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari tubuh bayi akan menyerap panas tubuh bayi bila bayi diletakkan di atas benda – benda tersebut
c. Konveksi Kehilangan panas tubuh terjadi saat bayi terpapar udara sekitar yang lebih dingin, co/ ruangan yang dingin, adanya aliran udara dari kipas angin, hembusan udara melalui ventilasi, atau pendingin ruangan.
C. Pencegahan infeksi
a. Memberikan vitamin K Untuk mencegah terjadinya perdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir normal atau cukup bulan perlu di beri vitamin K per oral 1 mg / hari selama 3 hari, dan bayi beresiko tinggi di beri vitamin K parenteral dengan dosis 0,5 – 1 mg IM.
b. Memberikan obat tetes atau salep mata Untuk pencegahan penyakit mata karena klamidia (penyakit menular seksual) perlu diberikan obat mata pada jam pertama persalinan, yaitu pemberian obat mata eritromisin 0.5 % atau tetrasiklin 1 %, sedangkan salep mata biasanya diberikan 5 jam setelah bayi lahir. Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi, pastikan untuk melakukan tindakan pencegahan infeksi
Langkah-langkah dalam tindakan pemeriksaan fisik
A. PERSIAPAN
1. Persiapan Alat
Menyiapkan alat dan bahan secara ergonomis
Meja Periksa
Celemek
Handscone
Kasa steril
Kapas DTT dalam kom
Kom sedang
Timbangan bayi
Pengukur panjang badan bayi
Pita LILA
Pita cm
Jangka kepala bayi
Stetoskop
Arloji
Penlight
Kain pengalas timbangan
Selimut bayi
Nierbekken
Thermometer aksila
Thermometer rectal
Bak instrument
Phantom bayi lengkap dengan pakaian
Cotton bud
Bola kapas untuk mata 1
2. Persiapan pasien
Jelaskan kepada ibu dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan kepada bayi.2
3. Persiapan lingkungan
-Menjaga suhu bayi dan lingkungan dalam 2
keadaan hangat.
-Meletakkan kain pengalas / selimut hangat ditempat pemeriksaan yang rata
4. Persiapan petugas
- Mengenakan pelindung diri
- Mencuci tangan
- Menggunakan sarung tangan 2
B. Content/ isi
5. Keadaan Kepala
- Sutura, molase
- Penonjolan / daerah yang cekung (caput, cephal, haematoma 2
6. Inspeksi wajah
Wajah tampak simetris
Perhatikan kelainan wajah 2
7. Mata
Bentuk, kebersihan, skelera, bulu mata
Tanda – tanda infeksi,yakni pus
2
8. Hidung
Lubang hidung
Periksa adanya secret hidung
Periksa adanya pernafasan cuping hidung
2
9. Mulut
Periksa bentuk/ kesimetrisan (adanya bibir sumbing)
Kesimetrisan
Palatum
2
10. Telinga
Simetris
Periksa adanya kelainan (kulit tambahan /
aurikel, sekret)
Refleks terkejut 2
11. Leher
Simetris
Pembengkakan
Kelainan genetik 2
12. Klavikula
-Periksa adanya trauma jalan lahir 1
13. Tangan
Simetris
Periksa keaktifan ekstrimitas bayi
Jumlah jari (sindaktili atau polydaktili)
Periksa Garis tangan
2
14. Dada
Periksa simetris
Putting susu
2
15. Abdomen
a.Abdomen harus tampak bulat dan bergerak secara bersamaan dengan gerakan dada saat 3
bernafas. Kaji adanya pembengkakan
(palpasi)
Jika perut sangat cekung kemungkinan terdapat hernia diafragmatika
Abdomen yang membuncit kemungkinan karena hepatosplenomegali atau tumor lain
Jika perut gembung kemungkinan adanya enterokolitis vesikalis, omfalokel atau ductus omfaloentriskus persisten (kaji dengan palpasi)
Periksa keadaan tali pusat, kaji adanya tanda – tanda infeksi (kulit sekitar memerah, tali pusat berbau)
16. Genetalia
Pada bayi laki – laki panjang penis 3 -4 cm dan lebar 1 – 1,3 cm. Periksa posisi lubang uretra . prepusium tidak boleh ditarik karena akan menyebabkan fimosis
Periksa adanya hipospadia dan epispadia
Skrotum harus dipalpasi untuk memastikan jumlah testis ada dua
Pada bayi perempuan cukup bulan labia mayora menutupi labia minora
Lubang uretra terpisah dengan lubang vagina
Terkadang tampak adanya sekret berdarah dari vagina, hal ini disebabkan oleh pengaruh hormone ibu (withdrawal bledding) 3
17. Anus dan rectum
Periksa adanya kelainan atresia ani (pemeriksaan dapat dengan memasukkan thermometer rectal kedalam anus), kaji posisinya.
Mekonium secara umum keluar pada 24 jam pertama, jika sampai 48 jam belum keluar kemungkinan adanya mekonium plug symdorme, megakolon atau obstruksi saluran pencernaan 2
18. Tungkai
Periksa kesimetrisan tungkai kaki. Periksa panjang kedua kaki dengan meluruskan keduanya dan bandingkan
Kedua tungkai harus dapat bergerak bebas. Kurangnya gerakan berkaitan dengan adanya trauma, misalnya fraktur kerusakan neurologis
Periksa adanya polodaktili atau sindaktili 2
19. Spinal
Periksa spina dengan cara menelungkupkan bayi, raba sepanjang spina. Cari adanya tanda – tanda abnormalitas seperti spina bifida, pembengkakan, lesung atau bercak kecil berambut yang dapat 2
menunjukkan adanya abnormalitas medulla spinalis atau kolumna vertebra
20. Kulit
Perhatikan kondisi kulit bayi
Periksa adanya ruam dan bercak atau tanda
lahir
Periksa adanya pembengkakan
Perhatikan adanya verniks caseosa
Perhatikan adanya lanugo, jumlah yang banyak terdapat pada bayi kurang bulan
Perhatikan warna kulit, apakah ada tanda
ikterik, sianosis 2
21. Periksa refleks pada bayi baru lahir 3
22. Merapikan bayi, membereskan alat, cuci dan lepaskan handscoen dan masukkan dalam larutan clorin 0,5 % mencuci tangan
1
23. Menjelaskan pada orangtua hasil pemeriksaan 1
C. TEHNIK
24. Teruji melaksanakan tindakan dengan sistematis 1
25. Teruji melaksanakan tindakan dengan percaya diri dan tidak ragu – ragu 1
26. Teruji melaksanakan tindakan dengan hati – hati dan menjaga keamanan bayi 1
27. Teruji menjaga kehangatan bayi 1
28. Teruji mendokumentasikan hasil pemeriksaan 1
3. Memandikan Bayi dan Perawatan Tali Pusat
Memandikan bayi baru lahir dilakukan pada saat suhu tubuh bayi stabil yaitu 36,50 C – 37,50 C atau menunggu 6 jam setelah bayi lahir. Memandikan bayi adalah kegiatan penting yang harus dilakukan secara benar. Tujuan memandikan bayi adalah membersihkan badan bayi, memberi rasa nyaman pada bayi, membuat bayi tetap wangi dan bersih, mengurangi risiko terjadinya infeksi, mandi sebelum tidur akan membantu relaksasi merupakan bentuk perhatian ibu untuk menunjukkan rasa sayangnya dan merangsang saraf sensorik dan motorik.
Tujuan memandikan bayi
Memandikan bayi adalah membersihkan kotoran yang menempel pada tubuh bayi (Rahardjo, 2015). Tujuan memandikan bayi :
1) Memberikan rasa nyaman.
2) Memperlancar sirkulasi darah
3) Mencegah infeksi
Perawatan tali pusat adalah tindakan perawatan pada tali pusat bayi baru lahir sejak dipotongnya tali pusat sampai tali pusat puput atau kering dengan tujuan untuk mencegah infeksi pada tali pusat bayi dan mempercepat dan penyembuhan luka bekas pemotongan tali pusat. Waktu perawatan tali pusat yaitu sehabis mandi pagi atau sore, sewaktu-waktu bila balutan tali pusat basah oleh air kencing atau kotoran bayi dan dilakukan sampai tali pusat puput atau kering. Tanda infeksi tali pusat pangkal tali pusat atau sekitarnya berwarna merah atau bengkak, keluar cairan yang berbau dan bernanah, ada darah yang keluar terus menerus, kejang dan bayi mengalami demam.\
Tujuan merawat tali pusat
Tali pusat sangat penting artinya bagi kehidupan janin karena dengan adanya tali pusat, janin dapat bergerak dengan bebas dalam cairan amnion dan tali pusat merupakan penghubung antar ibu dan bayi, dimana bayi mendapat nutrisi dan oksigen dari ibu lewat tali pusat
A. Apa yang sebaiknya digunakan untuk membersihkan bayi
Gunakan air dan kapas pada bulan pertama, jika mata bayi menjadi lengket, gunakan kapas yang direndam di dalam air matang yang sudah didinginkan untuk membersihkan bagian tersebut.dengan lembut sekah matanya dengan gerakan dari dalam keluar, dengan menggunakan beberapa lembar kapas baru untuk setiap kali menyeka. Gunakan kapas untuk menyekabagian luar telinnga dan hidung(Parker catharinr. 2008) Waktu yang tepat untuk memandikan bayi adalah sebelum bayi tidur, karena dapat membuatnya rileks hingga memudahkan bayi tidur. Hindari memandikan bayi sebelum atau setelah makan karena perut bayi yang tertekan akan membuatnya muntah.
B. Langkah-langkah dalam melakukan tindakan memandikan bayi
A. PERSIAPAN
1. Persiapan alat Ember mandi
Handuk bayi
Shampoo bayi
Sabun mandi bayi
Pakaian bayi (baju, tali dua, bedong)
Phantom bayi
Selimut bayi
Sepasang washlap
Celemek
Kasa steril
Bola kapas untuk membersihkan mata
Cotton bad
Kapas cebok dalam tempatnya
Kom kecil
Nierbekken
Keranjang kain kotor
Bak Instrument 1
2. Persiapan Pasien
Jelaskan kepada ibu dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan kepada bayi. 1
3 Persiapan lingkungan
Menjaga suhu bayi dan lingkungan dalam keadaan hangat 1
4 Persiapan Petugas
- Mengenakan celemek
- Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir 1
B PELAKSANAAN
5. Mempersiapkan keperluan mandi 1
6. Memberikan air hangat (hangat – hangat kuku) dalam bak mandi, diperiksa dengan punggung tangan 1
7. Melepas pakaian bayi 1
8. Membersihkan tinja dari daerah bokong sebelum dimandikan agar air mandi tidak terkontaminasi (bila ada) 1
9. Meletakkan bayi diatas handuk bayi dan menutupi badannya agar tetap hangat 2
10. Membersihkan mata, hidung dan telinga 2
11. Menyangga kepala bayi sambil mengusap air ke muka, tali pusat dan tubuh bayi 2
12. Menyabuni seluruh badan bayi (dada, tangan dan kaki) dengan menggunakan washlap. 3
13. Mencuci tali pusat dengan air bersih dan sabun, bersihkan dan keringkan seluruhnya 3
14. Membersihkan alat genitalia dengan menggunakan kapas lembut
- Untuk bayi laki-laki tarik katup kebelakang kemudian dibersihkan.
- Untuk bayi perempuan buka labia mayora kemudian bersihkan dengan lembut 3
15. Menempatkan bayi dalam bak mandi, kemudian bilaslah sabun dengan cepat 4
16. Mengeringkan bayi dengan handuk yang hangat dan kering 3
17. Menempatkan bayi pada alas dan popok yang hangat dan kering (menyingkirkan handuk basah kepinggir) 3
18. Melakukan perawatan tali pusat
- Membungkus tali pusat dengan kasa steril yang kering
- Menjaga tali pusat selalu bersih dan kering
- Mengganti kasa secara berkala (apabila basah, kotor atau terkena air kencing bayi)
- Jangan menarik atau memaksa tali pusat supaya lepas 5
19. Mengenakan popok, baju bayi dan selimuti dengan kain bersih dan kering 2
20. Memberikan bayi kepada ibu untuk disusui 2
21. Membereskan alat – alat 1
22. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir 1
C TEKNIK
23. Teruji memposisikan bayi dengan tepat dan baik 1
24. Teruji melaksanakan secara sistematis dan berurutan 1
25. Teruji menjaga keamanan dan keselamatan bayi 2
26. Teruji melaksanakan tindakan dengan percaya diri dan tidak ragu – ragu 2
884. Imunisasi Dasar
Menurut Kemenkes, imunisasi dasar lengkap merupakan penyuntikkan vaksin tertentu yang diberikan kepada bayi sesuai dengan usianya. Berikut jadwal imunisasi anak yang dapat diikuti oleh orangtua:
Bayi berusia kurang dari 24 jam: imunisasi Hepatitis B (HB-0)SS
Bayi usia 1 bulan: BCG dan Polio 1
Bayi usia 2 bulan: DPT-HB-Hib 1, Polio 2, dan Rotavirus
Bayi usia 3 bulan: DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3
Bayi usia 4 bulan: DPT-HB-Hib 3, Polio 4, IPV atau Polio suntik, dan Rotavirus
Bayi usia 9 bulan: Campak atau MR
Kemenkes dan IDAI mengingatkan bahwa memberikan imunisasi dasar lengkap saja tidak cukup. Anak juga harus melakukan imunisasi rutin lengkap dengan melanjutkan jadwal imunisasi dasar dengan imunisasi lanjutan.Untuk imunisasi lanjutan bagi bayi di bawah 2 tahun, jenis imunisasi yang perlu diberikan adalah DPT-HB-Hib dan campak/MR yang diberikan saat usianya 18 bulan. Setelah itu, anak kelas 1 SD atau sederajat kembali diberikan imunisasi DPT (vaksin DPT tanpa pertusis) dan MR. Terakhir, anak kelas 2 SD atau sederajat diberikan vaksin Td (mirip dengan vaksin DPT).Sedangkan di kondisi pandemi Covid-19, pengurus pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia memberikan rekomendasi pemberian imunisasi wajib sebagai berikut.Jadwal imunisasi bayi untuk Imunisasi dasar:
• Segera setelah lahir: Hepatitisan B0 + OPV 0
• Usia 1 bulan: BCG
• Usia 2 bulan: Pentavalent I + OPV I
• Usia 3 bulan: Pentavalent 2 + OPV 2
• Usia 4 bulan: Pentavalent 3 + OPV 3 + IPV
• Usia 9 bulan: MR I
• Usia 18 bulan: Pentavalent 4 + OPV4 + MR2
Dapat ditambah dengan imunisasi lain seperti berikut:
• Usia 2 bulan: PCVI
• Usia 4 bulan: PCV2
• Usia 6 bulan: PCV3 + Influenza I
• Usia 7 bulan: Influenza 2
IDAI menambahkan, pada wilayah dengan penularan luas Covid-19, jika tidak memungkinkan imunisasi maka dapat ditunda 1 bulan, namun segera diberikan sesuai jadwal bila situasi memungkinkan. Para orangtua harus tanggap dengan pemberian vaksin pada anak dan hindari telat imunisasi jika memungkinkan.
PEMBERIAN IMUNISASI HB0
Penyakit Hepatitis B merupakan penyakit yang merusak hati dan dapat menjadi kronis sehingga bisa menimbulkan pengerasan hati, kanker hati dan kematian. Hepatitis disebabkan oleh virus yang penularannya bisa vertikal yaitu dari ibu ke bayi selama proses persalinan maupun secara horizinal melalui suntikan yang tidak aman, transfusi darah, dari darah dan produknya. Gejalanya adalah merasa lemah, gangguan perut, warna kuning terlihat pada mata, kulit, urin menjadi kuning dan feses menjadi pucat. Untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi/anak perlu diberikan imunisasi Hepatitis. Vaksin hepatitis berupa vaksin virus recombian yang telah diinaktivasikan dan bersifat noninfectiuos yang bersal dari HBsAG.
Jumlah pemberian dan dosis Pemberian imunisasi Hepatitis B sebanyak 4 kali (dosis). Setiap kali pemberian dosisnya 0,5 ml atau 1 (buah) HB PID. Usia pemberian Dosis pertama diberikan pada usia 0 – 7 hari dan dosis berikutnya diberikan pada usia 2, 3 bulan dan 4 bulan (dengan interval 4 minggu /1 bulan) .
Efek samping Reaksi lokal seperti rasa sakit, kemerahan dan pembengkakan di sekitar tempat penyuntikan. Reaksi yang terjadi bersifat ringan dan biasanya hilang setelah 2 hari. Penanganan efek samping.
a. Orang tua dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau sari buah).
b. Jika demam pakaikan pakaian yang tipis.
c. Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin.
d. Jika demam berikan paracetamol 15 mg/kgBB setiap 3–4 jam (maksimal 6 kali dalam 24 jam).
e. Bayi boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat 6. Kontra indikasi Penderita infeksi berat yang disertai kejang.
PEMBERIAN IMUNISASI BCG
Ketahanan terhadap penyakit TB (Tuberkulosis) berkaitan dengan keberadaan virus tuberclebacili yang hidup di dalam darah. Itulah mengapa, agar memiliki kekebalan aktif, dimasukanlah jenis basil tidak berbahaya ini ke dalam tubuh, yaitu vaksinasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin). Penyakit Tuberkulosis (TB) paru sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Seperti diketahui, Indonesia termasuk negara endemis TB (penyakit TB terusmenerus ada sepanjang tahun) dan merupakan salah satu negara dengan penderita TB tertinggi di dunia.
TB disebabkan kuman Mycrobacterium tuberculosis, dan mudah sekali menular melalui droplet, yaitu butiran air di udara yang terbawa keluar saat penderita batuk, bernafas atau bersin. Gejalanya antara lain: berat badan anak susah bertambah, sulit makan, mudah sakit, batuk berulang, demam dan berkeringat di malam hari, juga diare persisten. Masa inkubasi TB rata-rata berlangsung antara 8-12 minggu. Jika anak positif terkena TB, dokter akan memberikan obat antibiotik khusus TB yang harus diminum dalam jangka panjang, minimal 6 bulan.
Lama pengobatan tak bisa diperpendek karena bakteri TB tergolong sulit mati dan sebagian ada yang “tidur”. Karenanya, mencegah lebih baik daripada mengobati. Selain menghindari anak berkontak dengan penderita TB, juga meningkatkan daya tahan tubuhnya yang salah satunya melalui pemberian imunisasi BCG. Vaksin BCG merupakan vaksin beku kering yang mengandung Mycrobacterium bovis hidup yang dilemahkan.
Jumlah pemberian dan dosis Cukup 1 kali saja dan diberikan saat usia 1 bulan, tak perlu diulang (booster), sebab vaksin BCG berisi kuman hidup sehingga antibodi yang dihasilkannya tinggi terus. Berbeda dengan vaksin berisi kuman mati, hingga memerlukan pengulangan. Dosis pemberian 0,05 ml, Usia Pemberian Di bawah 2 bulan. Jika baru diberikan setelah usia 2 bulan, disarankan tes (tuberculin) dahulu untuk mengetahui apakah si bayi sudah kemasukan kuman Mycobacterium tubercolusis atau belum. Vaksinasi dilakukan bila hasil tesnya negatif. Jika ada penderita TB yang tinggal serumah atau sering bertandang ke rumah, segera setelah lahir si kecil diimunisasi BCG.
Lokasi Penyuntikan Disuntikkan secara intrakutan di daerah lengan kanan atas (insertio musculus deltoideus), dengan menggunakan ADS. Efek Samping Umumnya 2-6 minggu setelah imunisasi BCG daerah bekas suntikan timbul bisul kecil (papula) yang semakin membesar dan dapat terjadi ulserasi dalam waktu 2-4 bulan, kemudian menyembuh perlahan dengan menimbulkan jaringan parut dengan diameter 2-10 mm.
PEMBERIAN IMUNISASI POLIO
Penyakit Polio merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Penyakit polio adalah penyakit pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh satu dari tiga virus yang berhubungan, yaitu virus polio tipe 1, 2 atau 3. Secara klinis penyakit polio dapat menyerang pada anak usia di bawah 15 tahun. Penyebaran penyakit melalui kotoran manusia yang terkontaminasi. Gejala dari penyakit polio diawali dengan demam, nyeri otot dan kelumpuhan terjadi pada minggu pertama. Kematian dapat terjadi karena kelumpuhan pada otot-otot pernafasan yang terinfeksi dan tidak segera ditangani. Oleh karena itu pemberian imunisasi polio harus diberikan pada anak.
Jumlah pemberian dan dosis Vaksin Polio Oral (OPV): Pemberian imunisasi Polio Oral sebanyak 4 kali (dosis). Setiap kali pemberian dosisnya 2 (dua) tetes, Usia pemberian Dosis pertama diberikan pada usia 1 bulan dan dosis berikutnya diberikan dengan interval 4 minggu (1 bulan), Lokasi Pemberian Secara oral (melalui mulut), 1 dosis (dua tetes), Efek samping Sangat jarang terjadi reaksi sesudah imunisasi polio oral, Penanganan efek samping Orang tua tidak perlu melakukan tindakan apapun . Kontra indikasi Pada individu yang menderita immune deficiency tidak ada efek berbahaya yang timbul akibat pemberian polio pada anak yang sedang sakit.
PEMBERIAN IMUNISASI DTP-HB-HIB
Difteri merupakan penyakit yang menyerang sistem pernafasan. Penyakit ini disebabkan oleh Corynebacterium diphtheria. Penyebarannya melalui kontak fisik dan pernafasan. Gejala awal penyakit adalah radang pada tenggorokan, hilang nafsu makan, dan demam ringan. Dalam 2-3 hari timbul selaput putih kebiru-biruan pada tenggorokan dan tonsil. Difteri dapat menimbulkan komplikasi berupa gangguan pernafasan yang berakibat kematian. Pertusis merupakan penyakit batuk rejan atau disebut juga batuk 100 hari adalah penyakit pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertusis.
Penyebaran melalui percikan ludah yang keluar dari batuk atau bersin. Gejala penyakit ini adalah pilek, mata merah, bersin, demam dan batuk ringan lama kelamaan menjadi parah. Komplikasi yang ditimbulkan adalah Pneumonia bacterialis yang dapat menyebabkan kematian. Tetanus merupakan penyakit anak yang disebabkan oleh Clostridium tetani yang menghasilkan neurotoksin. Penyebaran penyakit ini melalui kotoran yang masuk ke dalam luka yang dalam. Gejala awal penyakit ini adalah kaku otot pada rahang disertai kaku pada leher, kesulitan menelan, kaku otot perut, berkeringat dan demam. Pada bayi dapat juga gejala berhenti menetek, kejang yang hebat dan tubuh menjadi kaku. Komplikasi penyakit tetanus adalah patah tulang akibat kejang, pneumonia dan infeksi lain yang dapat menimbulkan kematian. Ketiga penyakit tersebut dapat dicegah dengan pemberian imunissi DTP. Pada umumnya pemberian imunisasi DTP bersamaan dengan Hb dan Hib.
1. Jumlah pemberian dan dosis Pemberian imunisasi DTP sebanyak 3 kali (dosis). Setiap kali pemberian dosisnya 0,5 ml.
2. Usia Pemberian Pemberian pertama pada bayi usia 2 bulan kemudian pemberian selanjutnya dengan interval 4 minggu.
3. Lokasi Penyuntikan Disuntikkan secara Intra Muskuler atau Sub Cutan dalam.
4. Efek Samping Efek samping berupa bengkak, nyeri dan kemerahan pada lokasi suntikan yang bersifat sementara, dan kadang-kadang gejala demam, anak rewel dan menangis dengan nada tinggi dapat terjadi pada 24 jam setelah pemberian imunisasi.
5. Kontra indikasi: Hipersensitif terhadap komponen dari vaksin.
PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK
Campak merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan cara imunisasi (PD3I). Vaksinasi campak dapat menurunkan 75% kematian akibat campak atau diperkirakan 15,6 juta kematian selama tahun 2000-2013. Namun faktanya pada tahun 2013 kasus campak masih cukup tinggi, case fatality rate kasus campak di dunia sebesar 81% yang diperkirakan sekitar 400 kematian setiap hari atau 16 kematian setiap jam, sedangkan incidence rate (IR) kasus campak di regional SEARO pada tahun 2013 sebesar 9,2 per 1.000 penduduk.
1. Jumlah pemberian dan dosis Pada bayi imunisasi campak diberikan hanya 1 kali dengan dosis pemberian 0,5 ml.
2. Usia pemberian Imunisasi campak pada bayi diberikan pada usia 9 – 1 bulan.
3. Lokasi pemberian Disuntikan secara subcutan pada lengan kiri atau anterolateral paha.
4. Efek samping Hingga 15% pada pasien dapat mengalami demam ringan dan kemerahan selama 3 hari yang terjadi 8 -12 hari setelah vaksinasi.
5. Penanganan efek samping
a. Orang tua dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau sari buah).
b. Jika demam pakaikan pakaian yang tipis.
c. Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin.
d. Jika demam berikan paracetamol 15 mg/kgBB setiap 3–4 jam (maksimal 6 kali dalam 24 jam).
e. Bayi boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat.
Langkah-langkah dalam melakukan tindakan imunisasi
A PERSIAPAN
1 Persiapan alat
Bak instrument
Kapas DTT
Air hangat
Spuit BCG (spuit 1cc)
Spuit 3 cc
Spuit 5 cc
Nierbekken
Vaksin (BCG, DPT/HIP, Polio, Campak)
Kartu imunisasi
Phantom bayi 2
2 Persiapan pasien
Jelaskan kepada ibu dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan kepada bayi. 2
3 Persiapan lingkungan
- Menjaga suhu bayi dan lingkungan dalam keadaan hangat.
- Meletakkan kain pengalas / selimut hangat ditempat pemeriksaan yang rata 2
4 Persiapan petugas
- Mengenakan pelindung diri
- Mencuci tangan
- Menggunakan sarung tangan 2
B CONTENT/ISI
5. Menyapa ibu bayi/anak dengan ramah dan memperkenalkan diri 2
6. Menanyakan dan mencatat identitas anak (nama anak dan orang tua) 2
7. Mengecek jenis vaksin yang dibutuhkan oleh bayi pada saat kunjungan dan yang sudah diberikan pada buku KIA. 3
8. Menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan imunisasi yang akan diberikan seperti manfaat, efek, samping, dan tempat injeksi 3
9. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, keringkan dengan handuk 1
10. Mempersiapkan vaksin yang benar dan mengecek tanggal kedaluarsa kemudian mendekatkan coldpack di meja yang tidak terkena sinar matahari 2
11. Memakai sarung tangan 2
12. Mengambil vaksin dengan dosis yang benar 3
13. Memposisikan anak dengan benar 2
14. Desinfeksi kulit sebelum penyuntikan 2
15.
Menyuntik di tempat dan sudut yang benar
Intrakutan
- Pegang anak dengan tangan kiri sedemikian rupa, sehingga tangan kiri kita berada di bawah lengannya; ibu jari dan jari lainnya mengelilingi lengan anak dan meregangkan kulit.
- Pegang spuit dengan tangan kanan, lubang jarum menghadap ke atas.
- Posisikan spuit hampir sejajar dengan kulit anak kemudian masukkan jarum ke dalam kulit.
- Pegang plunger di antara jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan. Tekan plunger dengan ibu jari, suntikkan vaksin dan keluarkan jarum.
Intramuskular
- Regangkan kulit di bagian yang akan disuntik.
- Masukkan jarum dengan posisi tegak lurus, sehingga masuk ke dalam otot.
- Tekan plunger dengan ibu jari untuk memasukkan vaksin-Keluarkan jarum dan tekan tempat bekas suntikan dengan kapas.
Subkutan
- Pegang lengan anak dan regangkan kulitnya.
- Masukkan jarum menembus kulit dengan sudut 45°.
- Tekan plunger untuk memasukkan vaksin
- Cabut jarum dan tekan tempat bekas suntikan dengan kapas
Penetesan Vaksin Oral
- Buka mulut anak dengan cara menekan lembut pipinya sehingga bibir anak akan terbuka.
- Pegang OPV di depan mulut anak dengan sudut 45°. 5
- Masukkan 2 tetes vaksin ke lidah anak
16. Memperhatikan reaksi bayi pasca penyuntikan 2
17. Masukkan tangan pada wadah berisi larutan klorin 0.5%, bersihkan sarung tangan dan lepaskan secara terbalik 2
18. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, keringkan dengan handuk 2
19 Melakukan pencatatan
- Tanggal, bulan dan tahun kunjungan
- Lokasi penyuntikan
- Nama vaksin yang diberikan 3
C TEKNIK
20. Teruji melaksanakan tindakan secara sistematis 2
21. Teruji melaksanakan tindakan dengan percaya diri dan tidak ragu – ragu 2
22. Teruji melaksanakan tindakan dengan hati – hati dan menjaga keamanan bayi 29
5. MEMIJAT BAYI
Stimulasi pijat sering pula disebut dengan beberapa istilah lain yaitu stimulasi sentuh, pijat bayi, baby massage, infant massage, dan lainnya. Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengembangkan peran pijat sebagai bentuk stimulasi pada bayi. Stimulasi pijat merupakan kombinasi bentuk stimulasi multi modal, yaitu raba (taktil) dan gerak (kinestetik) yang dilakukan oleh orangtua, tenaga kesehatan atau anggota keluarga lainnya. Lebih jauh lagi, pada saat yang sama orang tua juga melakukan stimulasi auditory (pendengaran, dengan mengajak bayi bicara saat dipijat), stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan kontak mata saat memijat), dan lainnya. Pada dasarnya tujuan pijat bayi atau stimulasi pijat adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan memberikan stimulasi raba, gerak dan kombinasi stimulasi lainnya. Stimulasi pijat dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan nyaman. Lama pijatan sekitar 15 menit, dan sebaiknya diberikan secara rutin. Tidak ada batasan baku mengenai frekuensi pemberian pijatan per hari. Namun, sebaiknya orangtua menjadikan stimulasi pijat suatu rutinitas dan bila mungkin dilakukan tiga kali sehari. Teknik untuk pemijatan untuk bayi cukup bulan dan bayi kurang bulan berbeda. Teknik untuk bayi cukup bulan cukup bervariasi dan sebisa mungkin meliputi seluruh bagian tubuh. Urutan pada teknik pemijatan ditujukan agar tidak ada bagian tubuh yang terlewati, namun dapat diberikan tidak secara berurutan.
A. Apa saja manfaat stimulasi pijat?
Stimulasi pijat memiliki manfaat pada kondisi tertentu antara lain untuk bayi:
1. Meningkatkan frekuensi menyusu
2. Meningkatkan berat badan bayi
3. Membantu bayi untuk berlatih relaksasi
4. Membuat tidur lebih lelap dan lama
5. Membuat ikatan / bonding dengan ibu /orangtua
B. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan saat melakukan stimulasi pijat?
1. Yang terpenting adalah selalu melihat respons bayi.
2. Bila bayi menangis maka sebaiknya dicek dahulu penyebabnya, jangan memaksakan suatu jenis pijatan pada bayi.
3. Dalam memberikan pijatan, dapat diberikan stimulasi multi modal dengan memperdengarkan lagu, mengajak anak bicara dan lainnya.
4. Gunakan lotion atau baby oil atau minyak kelapa untuk media antara kulit pemijat dan bayi.
5. Sebaiknya orangtua menyediakan 15 menit ke depan khusus untuk bayinya tanpa terganggu apapun.
C. Langkah-langkah dalam melakukan tindakan memijat bayi
A.persiapan
1.Sikap dan perilaku mahasiswa
a.Menjelaskan Prosedur Yang Akan Dilakukan 2
b.Bersikap Sopan Pada Saat Pemeriksaan 2
c.Tanggap Terhadap Reaksi Pasien 2
d.Sabar Dan Teliti Pada Saat Pemeriksaan 2
2.Persiapan alat/bahan (disusun secara ergonomis)
- Baby oil
- Bedong
- Pakaian bayi ( topi, popok, gurita, dll)
2
3.Persiapan lingkungan (bersih dan hangat ) 1
4.Persiapan bayi (bayi tidak dalam keadan lapar/ baru makan) 1
5.Persiapan penolong
a.Tangan bersih dan hangat 1
b.Kuku tidak panjang 1
c.Perhiasan dilepas 1
d.Cuci tangan 1
B.Langkah – langkah
1.Wajah
a. Tekan jari – jari pada kening, pelipis dan pipi bayi
b. Gunakan kedua ibu jari untuk memijat daerah atas alis
c. Dengan tekanan lembut, tarik garis dengan ibu jari dari hidung bayi kearah pipinya
d. Gunakan kedua ibu jari untuk memijat sekitar mulutnya, tarik sehingga bayi tersenyum
e. Pijat lembut rahang bawah bayi dari tangan kesamping seolah – olah membuat bayi tersenyum
f. Pijat secara lembut daerah dibelakang telinga kearah dagu 5
2.Dada
a.Letakkan kedua tangan ditengah dada bayi dan gerakkan keatas kemudian disisi luar tubuh dan kembali keulu hati 5
tanpa mengangkat tangan seperti membentuk hati
b. Pijat menyilang dari tengah dada bayi dengan telapak tangan kearah bahu seperti membentuk kupu – kupu
c. Lakukan gerakan kombinasi yaitu letakkan kedua tangan ditengah dada bayi dan gerakkan keatas kemudian disisi luar tubuh dan kembali ke ulu hati tanpa mengangkat tangan seperti membentuk hati dan pijat menyilang dari tangan kearah bahu seperti membentuk kupu – kupu
3.Tangan
a. Metode India
Pijat tangan bayi dari bahu kepergelangan tangan
b. Metode swedia
Pijat tangan bayi dari pergelangan tangan ke bahu
c. Peganglah lengan bayi dengan kedua telapak tangan, dengan gerakan seperti memerah dari bahu kepergelangan tangan
d. Pijat telapak tangan bagian atas bayi
e. Pijat telapak tangan bagian bawah bayi
f. Tarik lembut jari – jari bayi dengan gerakan memutar
g. Pijat seluruh permukaan telapak tangan dan punggung tangan bayi
h. Gunakan kedua telapak tangan anda untuk membuat gerakan seperti menggulung pada lengan bayi dari atas kebawah 5
4.Perut
a. Lakukan gerakan memijat diatas perut bayi seperti mengayun dari atas kearah bawah
b. Angkat kedua tangan bayi dan tekukkan lutut perlahan – lahan kearah perut
c. Tangan kanan diatas, tangan kiri dibawah dan berputar mengikuti arah jarum jam membentuk lingkaran penuh seperti bunga matahari
d. I LOVE YOU
1. ―I‖ Membentuk huruf ―I‖ melalui usapan dari bagian kiri keatas kebawah dengan menggunakan jari – jari kanan seolah – olah membentuk I
2. ―LOVE‖
Bentuk huruf L terbalik dengan melakukan pemijatan kanan atas perut bayi kekiri, kebawah, dan berakhir diperut kiri bawah
3. ―YOU‖
Membentuk huruf U terbalik dimulai kanan bawah keatas, kemudian kekiri, kebawah dan berakhir diperut kiri bawah
e. Pijat seperti berjalan dari kiri kekanan dengan jemari 5
5. KAKI
a. Metode India
Pijat kaki bayi dari pangkal paha kepergelangan kaki
b. Metode swedia 5
Pijat kaki bayi dari pergelangan kaki kepangkal paha
c. Peganglah kaki bayi dengan kedua telapak kaki, dengan gerakan seperti memerah dari pangkal paha kepergelangan kaki
d. Pijatlah telapak kaki bagian bawah
e. Pijatlah telapak kaki bayi bagian atas
f. Tarik lembut jari – jari bayi dengan gerakan memutar
g. Pijat seluruh permukaan telapak kaki dan punggung kaki
h. Gunakan kedua telapak tangan anda untuk membuat gerakan seperti menggulung pada kaki bayi dari atas kebawah
6.PUNGGUNG
a. Pijat bayi dengan gerakan maju mundur menggunakan kedua telapak tangan disepanjangn punggungnya
b. Luncurkan salah satu telapak tangan dari leher hingga pantat bayi dengan sedikit kekanan
c. Buat gerakan melingkar dengan jari – jari anda terutama pada otot disebelah tulang punggung
d. Buatlah pijatan memanjang dengan telapak tangan dari leher kekakinya untuk mengkhiri pijatan 4
7.Teknik
a. Melaksanakan tindakan secara sistematis dan berurutan
b. Memberikan perhatian terhadap respon pasien
c. Melaksanakan tindakan dengan percaya diri dan tidak ragu – ragu
2
8.Merapikan bayi dan memakaikan kembali pakaian bayi 1
9.Memberikan bayi kepada ibu untuk disusui 1
10.Merapikan alat, ruangan dan melakukan pendokumentasian 1
6. DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BAYI
A. gertian deteksi dini tumbuh kembang anak
Deteksi dini tumbuh kembang anak, program ini sedang digalakkan oleh pemerinta sebagai upaya mencapai tumbuh kembang anak yang optimal. Deteksi dini tumbuh kembang anak adalah kegiatan atau pemeriksaan untuk men- emukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak prasekolah
B. Jenis Deteksi dini Pertumbuhan dan Perkembangan
Ada 3 jenis deteksi dini yang dapat dikerjakan oleh tenaga kesehatan ditingkat puskesmas dan jaringannya yaitu :
a. Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan yaitu untuk mengetahui/menemukan status pertumbuhan anak, seperti adanya status gizi kurang/buruk dan mikro/ makrosefali. Untuk deteksi dini pertumbuhan anak diperluhkan intrumen dalam pengukurannya. Jenis instrumen yang digunakan adalah :
•Berat Badan menurut Tinggi badan anak (BB/TB)
• Pengukuran Lingkar kepala anak (PLKA)
b. Deteksi dini penyimpangan perkembangan yaitu untuk mengetahui gangguan perkembangan anak (keterlambatan), gangguan daya lihat, gangguan daya den- gar. Jenis instrumen yang digunakan:
• Kuesioner Pra skrining Perkembangan (KPSP)
• Tes Daya Lihat (TDL)
• Tes Daya Dengar Anak (TDD)
c. Deteksi dini penyimpangan mental emosional yaitu untuk mengetahui adanya masalah mental emosional, autisme, gangguan pemusatan perhatian dan hiper- aktivitas. Instrumen yang digunakan:
• Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME)
• Checklist for Autism in Toddlers (CHAT)
• Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)
C. Deteksi Dini Penyimpangan Pertumbuhan
Untuk mengetahui adanya penyimpangan pertumbuhan, parameter yang digunakan adalah Berat Badan terhadap Tinggi Badan (BB/TB) dan lingkar kepala anak (LKA). Parameter tersebut termasuk ukuran antropometri dan paling mudah dilakukan dilapangan.
a.Pengukuran Berat badan
Keuntungan dari pengukuran berat badan merupakan salah satu ukuran antropometrik yang terpenting untuk mengetahui keadaan staus gizi anak. Selain itu juga dipakai untuk memeriksa kesehatan anak pada semua kelompok umur, apakah anak dalam keadaan normal dan sehat.
Keuntungan lainnya adalah pengukurannya mudah, sederhana dan murah. Oleh karena itu kegunaan berat badan adalah :
1. Sebagai informasi tentang keadaan gizi anak, pertumbuhan dan kesehatannya.
2. Untuk monitoring kesehatan sehingga dapat menentukan therapi apa yang sesuai dengan kondisi anak.
3. Sebagai dasar untuk menentukan dasar perhitungan dosis obat ataupun diet yang diperlukan untuk anak.
Kelemahan, meskipun berat badan merupakan ukuran yang dianggap paling pent- ing, namun mempunyai kelemahan yaitu :
1. Tidak sensitif terhadap proporsi tubuh misalnya pendek gemuk atau tinggi kurus.
2. Terjadi perubahan secara fluktuasi setiap hari yang masih dalam batas normal. Perubahan ini dapat terjadi akibat pengaruh intake seperti makanan/minuman dan output seperti urine, keringat, pernafasan. Besarnya fluktuasi tergantung kelompok umur dan sangat individual berkisar antara 100-200 gr sampai 500-1000 gr.
Pada beberapa hari pertama berat badan bayi akan mengalami penurunan yang sifatnya normal yaitu sekitar 10% dari berat badan lahir. Hal ini disebabkan keluarnya meconium dan air seni yang belum diimbangi asupan yang adekuat, misalnya produksi ASI yang belum lancar. Umumnya berat badan akan kembali mencapai berat lahir pada hari kesepuluh sampai ke empat belas.
Pada tahap adolesensia (masa remaja) akan terjadi pertambahan berat badan secara cepat (growth spurt) Selain dengan perkiraan tersebut, dapat juga memperkirakan BB dengan menggunakan rumus atau pedoman dari Behrman (1992) yaitu:
• Berat badan lahir rata-rata ; 3,25 kg
• Berat badan usia 3-12 bulan, menggunakan rumus:
Untuk menentukan umur anak dalam bulan, bila lebih 15 hari dibulatkan ke atas, ku- rang atau sama dengan 15 hari dihilangkan. Misal ada bayi berumur 5 bulan 25 hari, maka bayi dianggap berumur 6 bulan sehingga bila menggunakan rumus Behrman, BB bayi diperkirakan 7,5 kg. Bila anak berumur 2 tahun 6 bulan, anak dianggap berumur 2 tahun, karena kelebihan 6 bulan atau kurang maka akan dibulatkan ke bawah/ dihilangkan.
Cara yang mudah untuk mengetahui pertumbuhan lingkar kepala adalah dengan melihat kurva lingkar kepala pada Kartu Tumbuh Kembang Anak. Kurva ini dibedakan antara laki-laki dan perempuan.
KARTU MENUJU SEHAT (KMS)
Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah suatu kartu/alat penting yang digunakan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak (Soetjiningsih, 2002). KMS balita yaitu kartu yang memuat grafik pertumbuhan serta indicator perkembangan yang bermanfaat untuk mencatat dan memantau tumbuh kembang balita setiap bulan, sejak lahir sampai berusia lima tahun.
KMS berisi tentang gambar kurva berat badan terhadap umur untuk anak usia 0-5 tahun, atribut penyuluhan, dan catatan yang penting untuk diperhatikan oleh petugas dan orang tua, seperti riwayat kelahiran anak, pemberian ASI dan makanan tambahan, pemberian imunisasi dan vitamin A, penatalaksanaan diare di rumah, serta patokan sederhana tentang perkembangan psikomotorik anak.
Tujuan penggunaan KMS adalah mewujudkan tingkat tumbuh kembang dan status kesehatan anak balita secara optimal serta alat bantu bagi ibu atau orang tua memantau tingkat pertumbuhan dan perkembangan anaknya.
Ada beberapa fungsi KMS sebagai berikut:
1. Sebagai media untuk mencatat/memantau riwayat kesehatan balita secara lengkap.
2. Sebagai media penyuluhan bagi orangtua tentang kesehatan balita
3. Sebagai sarana pemantauan yang dapat digunakan bagi petugas untuk menentukan tindakan pelayanan kesehatan dan gizi terbaik balita.
4. Sebagai kartu analisa tumbuh kembang balita
Dari pengukuran kurva pertumbuhan berat badan, dapat diinterpretasikan hasil sebagai berikut:
1. Bila pada pengukuran arah garis meningkat (mengikuti arah kurva), berarti pertumbuhan anak baik.
2. Bila pada pengukuran arah garis mendatar, berarti pertumbuhan anak kurang baik sehingga anak memerlukan perhatian khusus.
3. Bila pada pengukuran arah garis menurun, berarti anak memerlukan tindakan segera.
Contoh KMS
Contoh KMS online
7. DETEKSI DINI PENYIMPANGAN PERKEMBANGAN
Kuesioner Pra skrining Perkembangan (KPSP)
Tes Daya Lihat (TDL)
Tes Daya Dengar Anak (TDD)
Denver Denelopment Screening Test (DDST)
KPSP adalah merupakan suatu daftar pertanyaan singkat yang ditujukan pada orang tua dan dipergunakan sebagai alat untuk melakukan skrining pendahuluan untuk perkembangan anak usia 0-72 bulan. Tujuannya adalah untuk skrining/pemeriksaan perkembangan anak normal atau ada penyimpangan. Skrining/ pemeriksaan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan, guru TK/ PAUD terlatih.
Alat yang diperlukan untuk pemeriksaan adalah:
1. formulir KPSP sesuai umur anak
2. Kertas
3. Pensil
4. Bola karet atau plastic seukuran bola tenis
5. Kerincingan
6. Kubus berukuran sis 2,5 cm sebanyak 6 buah
7. Benda-benda kecil seperti kismis/potongan biscuit kecil berukuran 0,5 – 1 cm
Daftar pertanyaan KPSP berjumlah 10 nomor yang menjadi dua yaitu pertanyaan yang harus dijawab oleh ortu/pengasuh dan perintah yang harus dilakukan sesuai dengan pertanyaan pada KPSP. Pertanyaan dalam KPSP harus dijawab ‗ya‘ atau ‗tidak‘ oleh orang tua. Interpretasi hasil pemeriksaan KPSP.
FORMULIR KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN
Kuesioner Praskrining untuk Bayi 3 bulan
1. Pada waktu bayi telentang, apakah masing-masing lengan dan tungkai bergerak dengan mudah? Jawab TIDAK bila salah satu atau kedua tungkai atau lengan bayi bergerak tak terarah/tak terkendali.
2. Pada waktu bayi telentang apakah ia melihat clan menatap wajah anda?
3. Apakah bayi dapat mengeluarkan suara-suara lain (ngoceh), disamping menangis?
4. Pada waktu bayi telentang, apakah ia dapat mengikuti gerakan anda dengan menggerakkan kepalanya dari kanan/kiri ke tengah?
5. Pada waktu bayi telentang, apakah. ia dapat mengikuti gerakan anda dengan menggerakkan kepalanya dari satu sisi hampir sampai pada sisi yang lain?
6. Pada waktu anda mengajak bayi berbicara dan tersenyum,apakah ia tersenyum kembali kepada anda?
7. Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah ia dapat mengangkat kepalanya
seperti pada gambar ini?
8. Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah ia dapat mengangkat kepalanya sehingga membentuk sudut 45° seperti pada gambar ?
9. Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah ia dapat mengangkat kepalanya
dengan tegak seperti pada gambar?
10. Apakah bayi suka tertawa keras walau tidak digelitik atau diraba-raba?
Kuesioner Praskrining untuk Bayi 6 bulan
1. Pada waktu bayi telentang, apakah ia dapat mengikuti gerakan anda dengan menggerakkan kepala sepenuhnya dari satu sisi ke sisi yang lain?
2. Dapatkah bayi mempertahankan posisi kepala dalam keadaan tegak clan stabil? Jawab TIDAK bila kepala bayi cenderung jatuh ke kanan/kiri atau ke dadanya
3. Sentuhkan pensil di punggung tangan atau ujung jari bayi. (jangan meletakkan diatas telapak tangan bayi). Apakah bayi dapat menggenggam pensil itu selama beberapa detik?
4. Ketika bayi telungkup di alas datar, apakah ia dapat mengangkat dada dengan kedua lengannya sebagai penyangga seperti padA gambar ?
5. Pernahkah bayi mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik tetapi bukan menangis?
6. Pernahkah bayi berbalik paling sedikit dua kali, dari telentang ke telungkup atau sebaliknya?
7. Pernahkah anda melihat bayi tersenyurn ketika melihat mainan yang lucu, gambar atau binatang peliharaan pada saat ia bermain sendiri?
8. Dapatkah bayi mengarahkan matanya pada benda kecil sebesar kacang, kismis atau uang logam? Jawab TIDAK jika ia tidak dapat mengarahkan matanya.
9. Dapatkah bayi meraih mainan yang diletakkan agak jauh namun masih berada dalam jangkauan tangannya?
10. Pada posisi bayi telentang, pegang kedua tangannya lalu tarik perlahan-lahan ke posisi clucluk. Dapatkah bayi mempertahankan lehernya secara kaku seperti gambar di sebelah kiri ? Jawab TIDAK bila kepala bayi jatuh kembali seperti gambar sebelah kanan.
Kuesioner Praskrining untuk Bayi 9 bulan
1. Pada posisi bayi telentang, pegang kedua tangannya lalu tarik perlahan-lahan ke posisi clucluk. Dapatkah bayi mempertahankan lehernya secara kaku seperti gambar di sebelah kiri ? Jawab TIDAK bila kepala bayi jatuh kembali seperti gambar sebelah kanan.
2. Pernahkah anda melihat bayi memindahkan mainan atau kue kering dari satu tangan ke tangan yang lain? Benda-benda panjang seperti sendok atau kerincingan bertangkai tidak ikut dinilai.
3. Tarik perhatian bayi dengan memperlihatkan selendang, sapu tangan atau serbet, kemudian jatuhkan ke lantai. Apakah bayi mencoba mencarinya? Misalnya mencari di bawah meja atau di belakang kursi?
4. Apakah bayi dapat memungut dua benda seperti mainan/kue kering, dan masingmasing tangan memegang satu benda pada saat yang sama? Jawab TIDAK bila bayi tidak pernah melakukan perbuatan ini.
5. Jika anda mengangkat bayi melalui ketiaknya ke posisi berdiri, dapatkah ia menyangga sebagian berat badan dengan kedua kakinya? Jawab YA bila ia mencoba berdiri dan sebagian berat badan tertumpu pada kedua kakinya.
6. Dapatkah bayi memungut dengan tangannya benda-benda kecil seperti kismis, kacang-kacangan, potongan biskuit, dengan gerakan miring atau menggerapai seperti gambar ?
7. Tanpa disangga oleh bantal, kursi atau dinding, dapatkah bayi duduk sendiri selama 60 detik?
8. Apakah bayi dapat makan kue kering sendiri?
9. Pada waktu bayi bermain sendiri dan anda diam-diam datang berdiri di belakangnya, apakah ia menengok ke belakang seperti mendengar kedatangan anda? Suara keras tidak ikut dihitung. Jawab YA hanya jika anda melihat reaksinya terhadap suara yang perlahan atau bisikan.
Letakkan suatu mainan yang dinginkannya di luar jangkauan bayi, apakah ia
Kuesioner Praskrining untuk Bayi 12 Bulan
1. Jika anda bersembunyi di belakang sesuatu/di pojok, kemudian muncui dan menghilang secara berulang-ulang di hadapan anak, apakah ia mencari anda atau mengharapkan anda muncul kembali?
2. Letakkan pensil di telapak tangan bayi. Coba ambil pensil tersebut dengan perlahanlahan. Sulitkah anda mendapatkan pensil itu kembali?
3. Apakah anak dapat berdiri selama 30 detik atau lebih dengan berpegangan pada kursi/meja?
4. Apakah anak dapat mengatakan 2 suku kata yang sama, misalnya: ―ma-ma‖, ―da-da‖ atau ―pa-pa‖. Jawab YA bila ia mengeluarkan salah—satu suara tadi.
5. Apakah anak dapat mengangkat badannya ke posisi berdiri tanpa bantuan anda?
6. Apakah anak dapat membedakan anda dengan orang yang belum ia kenal? la akan menunjukkan sikap malu-malu atau ragu-ragu pada saat permulaan bertemu dengan orang yang belum dikenalnya.
7. Apakah anak dapat mengambil Benda kecil seperti kacang atau kismis, dengan meremas di antara ibu jari dan jarinya seperti pada gambar?
8. Apakah anak dapat duduk sendiri tanpa bantuan?
9. Sebut 2-3 kata yang dapat ditiru oleh anak (tidak perlu kata-kata yang lengkap). Apakah ia mencoba meniru menyebutkan kata-kata tadi ?
10. Tanpa bantuan, apakah anak dapat mempertemukan dua kubus kecil yang ia pegang? Kerincingan bertangkai dan tutup panel tidak ikut dinilai.
Kuesioner Praskrining untuk 15 bulan
1. Tanpa bantuan, apakah anak dapat mempertemukan dua kubus kecil yang ia pegang? Kerincingan bertangkai dan tutup, panci tidak ikut dinilai
2. Apakah anak dapat jalan sendiri atau jalan dengan berpegangan?
3. Tanpa bantuan, apakah anak dapat bertepuk tangan atau melambai-lambai? Jawab TIDAK bila ia membutuh kemandirian kaq bantuan.
4. Apakah anak dapat mengatakan ―papa‖ ketika ia memanggil/melihat ayahnya, atau mengatakan ―mama‖ jika memanggil/melihat ibunya? Jawab YA bila anak mengatakan salah satu diantaranya.
5. Dapatkah anak berdiri sendiri tanpa berpegangan selama kira-kira 5 detik?
6. Dapatkan anak berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik atau lebih? Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat membungkuk untuk memungut mainan di lantai dan kemudian berdiri kembali?
7. Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa menangis atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik atau mengeluarkan suara yang menyenangkan
8. Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa jatuh atau terhuyung-huyung?
9. Apakah anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang, kismis, atau potongan biskuit dengan menggunakan ibu seperti pada gambar ini
Kuesioner Praskrining untuk Anak 18 bulan
1. Tanpa bantuan, apakah anak dapat bertepuk tangan atau melambai-lambai? Jawab TIDAK bila ia membutuhkan bantuan.
2. Apakah anak dapat mengatakan ―papa‖ ketika ia memanggil/melihat ayahnya, atau mengatakan ―mama‖ jika memanggil/melihat ibunya?
3. Apakah anak dapat berdiri sendiri tanpa berpegangan selama kira-kira 5 detik?
4. Apakah anak dapat berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik atau lebih?
5. Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat membungkuk untuk memungut mainan di lantai clan kemudian berdiri kembali?
6. Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa menangis atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik atau mengeluarkan suara yang menyenangkan.
7. Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa jatuh atau terhuyung-huyung?
8. Apakah anak anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang, kismis, atau potongan biskuit dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk seperti pada gambar ?
9. Jika anda menggelindingkan bola ke anak, apakah ia menggelindingkan/melemparkan kembali bola pada anda?
10. Apakah anak dapat memegang sendiri cangkir/gelas dan minum dari tempat tersebut tanpa tumpah?
Kuesioner Praskrining untuk Anak 21 bulan
1. Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat membungkuk untuk memungut mainan di lantai dan kemudian berdiri kembali?
2. Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa menangis atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik atau mengeluarkan suara yang menyenangkan.
3. Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa jatuh atau terhuyung-huyung?
4. Apakah anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang, kismis, atau potongan biskuit dengan menggunakan ibu jari clan jari telunjuk seperti pada gambar ?
5. Jika anda menggelindingkan bola ke anak, apakah ia menggelindingkan/melemparkan kembali bola pada anda?
6. Apakah anak dapat memegang sendiri cangkir/gelas clan minum dari tempat tersebut tanpa tumpah?
7. Jika anda sedang melakukan pekerjaan rumah tangga, apakah anak meniru apa yang anda lakukan?
8. Apakah anak dapat meletakkan satu kubus di atas Gerak halus Ya Tida kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5-5.0 cm 9.Apakah anak dapat mengucapkan paling sedikit 3 kata yang mempunyai arti selain
―papa‖ dan ―mama‖?.
10.Apakah anak dapat berjalan mundur 5 langkah atau lebih tanpa kehilangan keseimbangan? (Anda mungkin dapat melihatnya ketika anak menarik mainannya) Kuesioner Praskrining untuk Anak 24 bulan
1. Jika anda sedang melakukan pekerjaan rumah tangga, apakah anak meniru apa yang anda lakukan?
2. Apakah anak dapat meletakkan 1 buah kubus di atas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5 — 5 cm.
3. Apakah anak dapat mengucapkan paling sedikit 3 kata yang mempunyai arti selain "papa" clan "mama"?
4. Apakah anak dapat berjalan mundur 5 langkah atau lebih tanpa kehilangankeseimbangan?
(Anda mungkin dapat melihatnya ketika anak menarik mainannya).
5. Dapatkah anak melepas pakaiannya seperti: baju, rok, atau celananya? (topi clan kaos kaki tidak ikut dinilai).
6. Dapatkah anak berjalan naik tangga sendiri? Jawab YA jika ia naik tangga dengan posisi tegak atau berpegangan pada dinding atau pegangan tangga. Jawab TIDAK jika ia naik tangga dengan merangkak atau anda tidak membolehkan anak naik tangga atau anak harus berpegangan pada seseorang.
7. Tanpa bimbingan, petunjuk atau bantuan anda, dapatkah anak menunjuk dengan benar paling sedikit satu bagian badannya (rambut, mata, hidung, mulut, atau bagian badan yang lain)?
8. Dapatkah anak makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah?
9. Dapatkah anak membantu memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring jika diminta?
10. Dapatkah anak menendang bola kecil (sebesar bola tenis) ke depan tanpa berpegangan pada apapun? Mendorong tidak ikut dinilai.
Kuesioner Praskrining untuk Anak 30 bulan
1. Dapatkah anak melepas pakaiannya seperti: baju, rok, Sosialisasi & atau celananya? (topi clan kaos kaki tidak ikut dinilai)
2. Dapatkah anak berjalan naik tangga sendiri? Jawab YA jika ia naik tangga dengan posisi tegak atau berpegangan pada Binding atau pegangan tangga. Jawab TIDAK jika ia naik tangga dengan merangkak atau anda tidak membolehkan anak naik tangga atau anak harus berpegangan pada seseorang.
3. Tanpa bimbingan, petunjuk atau bantuan anda, dapatkah anak menunjuk dengan benar paling seclikit satu bagian badannya (rambut, mata, hidung, mulut, atau bagian badan yang lain)?
4. Dapatkah anak makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah?
5. Dapatkah anak membantu memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring jika diminta?
6. Dapatkah anak menendang bola kecil (sebesar bola tenis) Gerak kasar ke depan tanpa berpegangan pada apapun? Mendorong tidak ikut dinilai.
7. Bila diberi pensil, apakah anak mencoret-coret kertas tanpa bantuan/petunjuk?
8. Dapatkah anak meletakkan 4 buah kubus satu persatu di atas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5 – 5 cm.
9. Dapatkah anak menggunakan 2 kata pada saat berbicara seperti ―minta minum‖, ―mau tidur‖? ―Terimakasih‖ dan ―Dadag‖ tidak ikut dinilai.
10. Apakah anak dapat menyebut 2 diantara gambar-gambar ini tanpa bantuan?
Kuesioner Praskrining untuk Anak 36 bulan
1. Bila diberi pensil, apakah anak mencoret-coret kertas tanpa bantuan/petunjuk?
2. Dapatkah anak meletakkan 4 buah kubus satu persatu di atas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5 – 5 cm.
3. Dapatkah anak menggunakan 2 kata pada saat berbicara seperti ―minta minum‖; ―mau tidur‖? ―Terimakasih‖ dan ―Dadag‖ tidak ikut dinilai.
4. Apakah anak dapat menyebut 2 diantara gambar-gambar ini tanpa bantuan?
5. Dapatkah anak melempar bola lurus ke arah perut atau dada anda dari jarak 1,5 meter?
6. Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk atau mata pada saat memberikan perintah berikut ini: ―Letakkan kertas ini di lantai‖.
―Letakkan kertas ini di kursi‖.
―Berikan kertas ini kepada ibu‖.
Dapatkah anak melaksanakan ketiga perintah tadi?
7. Buat garis lurus ke bawah sepanjang sekurangkurangnya 2.5 cm. Suruh anak menggambar garis lain di samping garis tsb.
8. Letakkan selembar kertas seukuran buku di lantai. Apakah anak dapat melompati bagian lebar kertas dengan mengangkat kedua kakinya secara bersamaan tanpa didahului lari?
9. Dapatkah anak mengenakan sepatunya sendiri?
10. Dapatkah anak mengayuh sepeda roda tiga sejauh sedikitnya 3 meter?
Kuesioner Praskrining untuk Anak 42 bulan
1. Dapatkah anak mengenakan sepatunya sendiri?
2. Dapatkah anak mengayuh sepeda rods tiga sejauh sedikitnya 3 meter?
3. Setelah makan, apakah anak mencuci clan mengeringkan tangannya dengan balk sehingga anda ticlak perlu mengulanginya?
4. Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya clan beri anak anda kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 2 detik atau lebih?
5. Letakkan selembar kertas seukuran buku ini di lantai. Apakah anak dapat melompati panjang kertas ini dengan mengangkat kedua kakinya secara bersamaan tanpa didahului lari?
6. Jangan membantu anak clan jangan menyebut lingkaran. Suruh anak menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Dapatkah anak menggambar lingkaran?
7. Dapatkah anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu di atas yang lain tanpa menjatuhkan kubus tersebut?
Kubus yang digunakan ukuran 2.5 – 5 cm.
8. Apakah anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau permainan lain dimana ia ikut bermain clan mengikuti aturan bermain?
9. Dapatkah anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju atau kaos kaki tanpa di bantu? (Tidak termasuk kemandirian memasang kancing, gesper atau ikat pinggang)
Kuesioner Praskrining untuk Anak 48 bulan
1. Dapatkah anak mengayuh sepeda roda tiga sejauh sedikitnya 3 meter?
2. Setelah makan, apakah anak mencuci dan mengeringkan tangannya dengan baik sehingga anda tidak perlu mengulanginya?
3. Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya dan beri anak anda kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 2 detik atau lebih?
4. Letakkan selembar kertas seukuran buku ini di lantai. Apakah anak dapat melompati panjang kertas ini dengan mengangkat kedua kakinya secara bersamaan tanpa didahului lari?
5. Jangan membantu anak dan jangan menyebut lingkaran. Suruh anak menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Dapatkah anak menggambar lingkaran?
6. Dapatkah anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu di atas yang lain tanpa menjatuhkan kubus tersebut?
Kubus yang digunakan ukuran 2.5 – 5 cm.
7. Apakah anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau permainan lain dimana ia ikut bermain dan mengikuti aturan bermain?
8. Dapatkah anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju atau kaos kaki tanpa di bantu? (Tidak termasuk memasang kancing, gesper atau ikat pinggang)
9. Dapatkah anak menyebutkan nama lengkapnya tanpa dibantu? Jawab TIDAK jika ia hanya menyebutkan sebagian namanya atau ucapannya sulit dimengerti.
Kuesioner Praskrining untuk Anak 54 bulan
1. Dapatkah anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu di atas yang lain tanpa menjatuhkan kubus tersebut? Kubus yang digunakan ukuran 2-5 – 5 cm.
2. Apakah anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau permainan lain dimana ia ikut bermain dan mengikuti aturan bermain?
3. Dapatkah anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju atau kaos kaki tanpa di bantu? (Tidak termasuk memasang kancing, gesper atau ikat pinggang)
4. Dapatkah anak menyebutkan nama lengkapnya tanpa dibantu? Jawab TIDAK jika ia hanya menyebut sebagian namanya atau ucapannya sulit dimengerti.
5. Isi titik-titik di bawah ini dengan jawaban anak. Jangan membantu kecuali mengulangi pertanyaan.
"Apa yang kamu lakukan jika kamu kedinginan?"
"Apa yang kamu lakukan jika kamu lapar?"
"Apa yang kamu lakukan jika kamu lelah?"
Jawab YA biia anak merjawab ke 3 pertanyaan tadi dengan benar, bukan dengan gerakan atau isyarat.
Jika kedinginan, jawaban yang benar adalah "menggigil" ,"pakai mantel‘ atau "masuk kedalam rumah‘.
Jika lapar, jawaban yang benar adalah "makan"
Jika lelah, jawaban yang benar adalah "mengantuk", "tidur", "berbaring/tidur-tiduran", "istirahat" atau "diam sejenak"
6. Apakah anak dapat mengancingkan bajunya atau pakaian boneka?
7. Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya dan beri anak ands kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 6 detik atau lebih?
8. Jangan mengoreksi/membantu anak. Jangan menyebut kata "lebih panjang".
Perlihatkan gambar kedua garis ini pada anak. Tanyakan: "Mana garis yang lebih panjang?"
Minta anak menunjuk garis yang lebih panjang.
Setelah anak menunjuk, putar lembar ini dan ulangi pertanyaan tersebut.
Setelah anak menunjuk, putar lembar ini lagi dan ulangi pertanyaan tadi. Apakah anak dapat menunjuk garis yang lebih panjang sebanyak 3 kali dengan benar?
9. Jangan membantu anak dan jangan memberitahu nama gambar ini, suruh anak menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Berikan 3 kali kesempatan. Apakah anak dapat menggambar seperti contoh ini?
10. Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk atau mats pads saat memberikan perintah berikut ini: "Letakkan kertas ini di atas lantai". "Letakkan kertas ini di bawah kursi".
"Letakkan kertas ini di depan kamu"
"Letakkan kertas ini di belakang kamu"
Jawab YA hanya jika anak mengerti arti "di atas", "di bawah", "di depan" dan "di belakang‖
Kuesioner Praskrining untuk Anak 60 bulan
1. Isi titik-titik di bawah ini dengan jawaban anak. Jangan membantu kecuali mengulangi pertanyaan.
―Apa yang kamu lakukan jika kamu kedinginan?‖
―Apa yang kamu lakukan jika kamu lapar?‖
―Apa yang kamu lakukan jika kamu lelah?‖
Jawab YA biia anak merjawab ke 3 pertanyaan tadi dengan benar, bukan dengan gerakan atau isyarat.
Jika kedinginan, jawaban yang benar adalah ―menggigil‖ ,‖pakai mantel‘ atau ―masuk kedalam rumah‘.
Jika lapar, jawaban yang benar adalah ―makan‖
Jika lelah, jawaban yang benar adalah ―mengantuk‖, ―tidur‖, ―berbaring/tidurtiduran‖, ―istirahat‖ atau ―diam sejenak‖
2. Apakah anak dapat mengancingkan bajunya atau pakaian boneka?
3. Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya dan beri anak ands kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 6 detik atau lebih?
Jangan mengoreksi/membantu anak. Jangan menyebut kata ―lebih panjang‖
Perlihatkan gambar kedua garis ini pada anak.
Tanyakan: ―Mana garis yang lebih panjang?‖
Minta anak menunjuk garis yang lebih panjang.
Setelah anak menunjuk, putar lembar ini dan ulangi pertanyaan tersebut.
Setelah anak menunjuk, putar lembar ini lagi dan ulangi pertanyaan tadi. Apakah anak dapat menunjuk garis yang lebih panjang sebanyak 3 kali dengan benar?
5. Jangan membantu anak dan jangan memberitahu nama gambar ini, suruh anak menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Berikan 3 kali kesempatan. Apakah anak dapat menggambar seperti contoh ini?
6. Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk atau mats pads saat memberikan perintah berikut ini: ―Letakkan kertas ini di atas lantai‖. ―Letakkan kertas ini di bawah kursi‖. ―Letakkan kertas ini di depan kamu‖
―Letakkan kertas ini di belakang kamu‖
Jawab YA hanya jika anak mengerti arti ―di atas‖, ―di bawah‖, ―di depan‖ dan ―di belakang‖
7. Apakah anak bereaksi dengan tenang dan tidak rewel (tanpa menangis atau menggelayut pada anda) pada saat anda meninqgalkannya?
8. Jangan menunjuk, membantu atau membetulkan, katakan pada anak : ―Tunjukkan segi empat merah‖
―Tunjukkan segi empat kuning‖
‗Tunjukkan segi empat biru‖ ―Tunjukkan segi empat hijau‖
Dapatkah anak menunjuk keempat warna itu dengan benar?
9. Suruh anak melompat dengan satu kaki beberapa kali tanpa berpegangan (lompatan dengan dua kaki tidak ikut dinilai). Apakah ia dapat melompat 2-3 kali dengan satu kaki?
10. Dapatkah anak sepenuhnya berpakaian sendiri tanpa bantuan?
Kuesioner Praskrining untuk Anak 66 bulan
1.Jangan membantu anak dan jangan memberitahu nama gambar ini, suruh anak menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Berikan 3 kali kesempatan. Apakah anak dapat menggambar seperti contoh ini?
Komentar
Posting Komentar