Reamue 1

Nama: deslan margaret br malau
NIM:022019017


1. DAYA KASIH KRISTUS DALAM PENERAPAN ASUHAN GIZI DALAM KESEHATAN REPRODUKSI WANITA

a. Pengetian aktivitas kasih kristus dan latihan
Menurut kamu kasih itu apa sih ?
Trus apa hubungan kasih dengan orang-orang di sekitar kita di kegiatan kita sehari-hari ?
Apakah di jaman now kasih itu masih ada atau kian memudar seiring semakin tingginya rasa ego kita?Sebenarnya ga perlu internet atau gadget untuk tahu apa itu kasih karena kamu dapat menemukan pengertiannya di dalam Alkitab. Alkitab sangat jelas menjabarkan apa itu KASIH.

            “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain” ( 1 Korintus 13:4–5)Sebenarnya kalau berbicara tentang kasih, ga hanya ada di ayat itu tapi kamu akan banyak menemukan juga di ayat dan kitab lainnya. Ga percaya? Coba deh mulai dibuka lagi Alkitabnya !

            Kasih itu tindakan bukan hanya sekedar kata-kata.
Iya sih, ga gampang untuk kita melakukan dan menunjukkan kasih itu kepada dunia di tengah — tengah orang yang semakin mementingkan dirinya masing-masing tapi bukan berarti ga bisa. Mulailah dengan hal-hal yang sederhana seperti menghormati orangtua, menyediakan waktu untuk mendengar curahan hati temanmu atau memberikan makanan kepada yang membutuhkan (misalnya pas pulang sekolah / kampus / kerja ga sengaja ketemu dengan pemulung ga ada salahnya kan kamu mengajak mereka makan di tempat sederhana atau memberikan mereka makanan. Ga perlu mahal yang penting niatnya baik dan ikhlas. Lagian ya, siapa tahu saat makan bareng mereka kamu jadi ada kesempatan untuk bercerita tentang Tuhan). Jangan baru diledekin ‘aneh’ karena mengasihi sesama.
          Ga ada yang namanya kebetulan, memberikan sedikit dari apa yang kamu punya seperti memberikan sebungkus nasi kepada mereka yang membutuhkan bisa jadi awal untukmu mulai menceritakan tentang Kasih Tuhan.Ingat, sebagai orang percaya seharusnya kita dikenal sebagai orang yang penuh kasih karena Tuhan yang kita sembah adalah Allah yang penuh kasih. DIA juga sudah mencontohkannya terlebih dahulu kepada kita tentang KASIH. Dan di Alkitab juga sudah dikatakan “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

b. Komunikasi efektif
a.Pengertian komunikasi efektif 
menurut Mc.Crosky Larson dan Knapp dalam bukunya An introduction to interpresonal comunication mengatakan bahwa komunikasi yangefektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi. Komunikasi yang lebih  efektif terjadi apabila gagasan pesan dan perasaan dengan cara yang baik dalam kontak sosial yang baik pula. Komunikasi efektif terjadi apabila sesuatu (pesan) yang diberitahukan komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan sehingga tidak terjadi persepsi (salah paham)
b. Langkah – langkah membangun komunikasi yang efektif
Setiap individu mempunyai respon yang berbeda – beda dalam menghadapi masalah. Dalam menanggapi respon yang disampaikan klien , bidan dapat menggunakan berbagai langkah komunikasih sebagai berikut :
1. Bertanya
Bertanya merupakan teknik yang dapat mendorong klien untuk mengungkapkan perasaandan pikirannya. Contoh bertanya yang efektif “maaf, bolehkah saya tahunama lengkap ibu?” 
2.Mendengarkan
Mendengarkan merupakan dasar utama dalam komunikasi hal ini disebabkan dengan mendengarkan kita dapat mengolah secara konprehensif semua stimuli dan pesan yang kita terima, sampai kita dapat memahami dan mengingat dengan cermat pada gilirannya akan menjadi bekal penting untuk melakukan proses komunikasi yang efektif.
3.Mengulang
Maksud mengulang yaitu mengulang kembali pikiran utama yang telah diekspresikan oleh klien.  Contoh “saya pusing, banyak sekali masalah yang harus saya selesaikan”.
4.Klarifikasi
Klarifikasi adalah menjelaskan kembali ide atau pikiran klien yang tidak jelas atau meminta klien untuk menjelaskan arti dari ungkapannya. Contohnya “bidan : apa yang anda maksud dengan...?”
5.Refleksi
Refleksi adalah mengarahkan kembali ide, perasaan, pertanyaan dan isi pembicaraan pada klien. Contohnya “klien: apakah menurut anda saya harus mengatakan kepada dokter?”
6.Memfokuskan
Langkah memfokuskan bertujuan memberi kesempatan kepada klien untuk membahas masalah inti dan mengarahkan komunikasi klien pada mencapaian tujuan, dengan demikian akan terhindar dari pembicaraan tanpa arah. Contoh “bidan: hal ini tampaknya lebih penting, mari kita bicarakanlebih dalam lagi!”
7.Diam (memelihara ketenangan)
Langkah diam digunakan untuk memberikan kesempatan pada klien sebelum menjawab pertanyaan bidan. Penggunaan metode diam memerlukan keterampilan dan ketepatan waktu, jika tidak maka akan dapat menimbulkan perasaan yang tidak enak.
8.Memberi informasi
Memberi informasi merupakan tindakan penyuluhan kesehatan untuk klien. Agar informasi dapat diterima dengan baik, perlu kecakapan yang mesti diperhatikan : 
Gunakan bahasa yang mudah dimengerti.
Jangan menggunakan istilah yang tidak dimengerti.
Tidak perlu tergesa-gesa atau berambisi dalam menyampaikan informasi.
Hindari kata-kata yang sifatnya mengancam
Ulangi informasi yang penting.
Gunakan empati yaitu dapat merasakan apa yang dapat dirasakan 
9.Menyimpulkan
Menyimpulkan adalah teknik komunikasi yang membantu klien mengeksplorasi poin penting dari interaksi bidan – klien. Teknik menyimpulkan ini juga bermanfaat pada tahap kerja. Pada saat menyimpulkan bidan dan klien dapat mendefinisikan pokok masalah, sehingga memungkinkanmembuat perencanaan untuk mengatasi masalah.
c. Aspek etik dan legal yang berorientasi pada asuhan
Konsep Legal Etik merupakan bentuk ekspresi bagaimana kita tim medis khususnya bidan dapat mengatur diri sendiri, dan etika kebidanan yang diatur dalam kode etik. Aspek Legal Etik ini adalah Aspek aturan dalam memberikan asuhan. sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan, termasuk hak dan kewajibannya yang diatur dalam undang-undang.
2. KONSEP DASAR ILMU GIZI

a. Pengetian 

Gizi atau Nutrisi merupakan zat yang terdapat pada makanan yang dibutuhkan oleh organism untuk pertumbuhan serta perkembangan yang dimanfaatkan langsung oleh tubuh yang meliputi vitamin, mineral, protein, lemakmaupun  air. Adapun zat gizi didapat dari makanan yang diperoleh dalam bentuk sari makanan dari hasil proses pemecahan pada saat dalam sistem pencernaan.Selain itu, Zat gizi terbagi menjadi 2 yakni zat gizi organik & zat anorganik. Adapun zat gizi organik ini yakni seperti lemak, karbohidrat, protein, dan vitamin. Sementara zat gizi anorganik yakni terdiri dari air dan mineral.
Macam-Macam Zat Gizi :
1. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Sumbernya
Nabati yakni merupakan sumber gizi yang berasal dari tumbuhan.
Hewani yakni merupakan zat gizi yang berasal dari hewan.
2. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Jumlahnya
Zat gizi makro atau makronutrisi
Yakni merupakan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang besar dengan satuan gram. Adapun zat gizi makro ini ialah karbohidrat, protein, dan lemak.

Zat mikro atau mikronutrisi
Yakni merupakan zat gizi /nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sedikit Adapun zat gizi mikro ialah vitamin, air, dan mineral.
3. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Fungsinya
Sumber energi bagi tubuh
Energi bagi tubuh digolongkan pada jenis gizi seperti protein, karbohidrat, dan lemak.
Pembangunan & Penjaga tubuh
Pembangun dan penjaga tubuh digolongkan pada jenis gizi yakni seperti protein, vitamin, mineral, dan lemak.
Pengatur kerja dalam tubuh
Pengatur kerja dalam tubuh ialah untuk mengatur proses metabolisme yang terdapat pada tubuh yang digolongkan pada jenis gizi seperti lemak, protein, air, dan mineral.



b. Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi
Berdiri tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai profesor ilmu gizi di Universitas Columbia, New York, AS. Pada zaman purba, makanan penting untuk  kelangsungan hidup. Sedangkan pada zaman Yunani, tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang menyatakan bahwa makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh makan.Beberapa penelitian yang menegaskan bahwa ilmu gizi sudah ada sejak dulu, antara lain:
Penelitian tentang Pernafasan dan Kalorimetri – Pertama dipelajari oleh Antoine Lavoisier  (1743-1794). Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan  penggunaan energi makanan yang meliputi  proses pernafasan, oksidasi dan kalorimetri. Kemudian berkembang hingga awal abad 20, adanya  penelitian tentang pertukaran energi dan sifat-sifat bahan  makanan pokok.
Penemuan Mineral – Sejak lama mineral telah diketahui dalam tulang dan gigi. Pada tahun 1808 ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault menemukan zat besi sebagai zat esensial. Ringer (1885) dan Locke (1990), menemukan cairan tubuh perlu konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20, penelitian Loeb tentang pengaruh konsentrasi garam natrium, kalium dan kalsium klorida terhadap jaringan hidup.
Penemuan Vitamin – Awal abad 20, vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887-1905 muncul penelitian-penelitian dengan makanan yang dimurnikan dan makanan utuh. Dengan hasil: ditemukan suatu zat aktif dalam makanan yang tidak tergolong zat gizi utama dan berperan dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets). Pada tahun 1912, Funk mengusulkan memberi nama vitamine untuk zat tersebut. Tahun 1920, vitamin diganti menjadi vitamine dan diakui sebagai zat esensial.
c.Pengelompokan zat gizi menurut kebutuhan
Pengelompokan Zat Gizi Menurut Kebutuhan Terbagi dalam dua golongan besar yaitu makronutrien dan mikronutrien.

a. Makronutrien
Komponen terbesar dari susunan diet, berfungsi untuk menyuplai energi dan zat-zat esensial (pertumbuhan sel/ jaringan), pemeliharaan aktivitas tubuh. Karbohodrat (hidrat arang), lemak, protein, makromineral dan air.

b. Mikronutrien
Golongan mikronutrien terdiri dari :
Karbohidrat – Glukosa; serat.
Lemak/ lipida – Asam linoleat (omega-6); asam linolenat (omega-3).
Protein – Asam-asam amino; leusin; isoleusin; lisin; metionin; fenilalanin; treonin; valin; histidin; nitrogen nonesensial.
Mineral – Kalsium; fosfor; natrium; kalium; sulfur; klor; magnesium; zat besi; selenium; seng; mangan; tembaga; kobalt; iodium; krom fluor; timah; nikel; silikon, arsen, boron; vanadium, molibden.
Vitamin – Vitamin A (retinol); vitamin D (kolekalsiferol); vitamin E (tokoferol); vitamin K; tiamin; riboflavin; niaclin; biotin; folasin/folat; vitamin B6; vitamin B12; asam pantotenat; vitamin C.
Air
3. KEBUTUHAN GIZI PADA MASA REPRODUKSI
a.  Prinsip gizi dalam masa reproduksi
Makanan bagi kita perempuan harus sesuai dengan kebutuhan yaitu makanan yang seimbang sesuai dengan perkembangan pada masa reproduksi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang makanan sehat bagi wanita pada masa reproduksi, antara lain:
1. Menyediakan energi yang cukup (kalori) untuk kebutuhan kesehatan tubuh ibu dan pertumbuhan bayi.
2. Menyediakan semua kebutuhan (meliputi protein, lemak, vitamin, mineral).
3. Dapat menghindarkan pengaruh negatif bagi system reproduksi.
4. Mendukung metabolisme tubuh dalam memelihara berat badan sehat, kadar gula darah, dan tekanan darah.

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi pada masa reproduksi
Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi pada masa reproduksi antara lain:
+Umur
Lebih muda umur , maka energi yangg dibutuhkan lebih banyak.
+Berat Badan
Berat badan lebih ataupun kurang dari berat badan rata-rata untuk umur tertentu, merupakan faktor menentukan jumlah zat makanan yang harus dicukupi.
+Aktivitas
Semakin banyak aktivitas yang dilakukan maka semakin banyak energi yang dibutuhkan oleh tubuh.
+Status Kesehatan
Pada saat kondisi tidak sehat maka asupan energi tetap harus diperhatikan.
+Pengetahuan Zat Gizi dalam Makanan
Perencanaan dan penyusunan makanan kaum ibu atau wanita dewasa mempunyai peranan yang penting. Faktor yang mempengaruhi perencanaan dan penyusunan makanan yang sehat dan seimbang antara lain:
1. Kemampuan keluarga dalam membeli makanan.
2. Pengetahuan tentang zat gizi.
Dengan demikian, tubuh ibu akan menjadi lebih efisien dalam menyerap zat gizi dari makanan sehari-hari.
+Kebiasaan dan Pandangan Wanita Terhadap Makanan
Pada umumnya, kaum ibu atau wanita lebih memperhatikan keluarga daripada saat ibu tersebut hamil. Ibu hamil sebaiknya memeriksakan kehamilannya, minimal empat kali selama kehamilannya.
+Status Ekonomi
Status ekonomi maupun sosial mempengaruhi terhadap pemilihan makanan.



c. Pengaruh status gizi pada masa reproduksi
Usia reproduksi, tingkat aktivitas sangat mempengaruhi kebutuhan energi pada remaja. Pengaruh gizi / nutrisi sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sistem reproduksi. Kekurangan nutrisi pada seorang yang mengalami anemia dan kurang berat badan lebih banyak akan melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah, dibandingkan dengan wanita dengan usia reproduksi yang aman untuk hamil. Kekurangan  zat gizi pada ibu hamil yang menderita anemia dan kurang  berat badan akan lebih mempunyai kesempatan untuk melahirkan bayi dengan berat badan rendah dibanding dengan ibu hamil yang dengan asupan gizi yang cukup dan seimbang. 
Keberadaan remaja wanita 15-21 tahun sangat penting karena merupakan persiapan calon ibu. Pubertas dan status gizi, pubertas (akil balig) adalah suatu masa pematangan kapasitas reproduksi. Pada anak perempuan ditandai dengan menstruasi. Cepat lambatnya seseorang mengalami pubertas antara lain dipengaruhi oleh keadaan gizi. Seorang anak yang gizinya lebih baik akan lebih cepat mengalami masa pubertas, sebaliknya anak yang gizinya kurang baik akan terlambat akil balignya. Tidak ada ketentuan secara tepat kapan mulai akan terjadi periode yang pertama kali, namun hal ini akan terjadi antara usia 10-14 tahun, tapi sedikit lebih awal atau lebih lambat tidak semua anak sama. Pada remaja energi dan protein dibutuhkan lebih banyak daripada orang dewasa, demikian pula vitamin dan mineral. Vitamin B1, B2 dan B6 sangat penting untuk metabolisme karbohidrat menjadi energi. Demikian pula asam folat dan vitamin B12 untuk pembentukan sel darah merah, dan vitamin A untuk pertumbuhan yang diperlukan oleh jaringan.

d. Menu seimbang pada masa reproduksi
1. Mengonsumsi aneka ragam pangan lebih banyak berguna untuk memenuhi kebutuhan energi, protein dan vitamin serta mineral sebagai pemeliharaan, pertumbuhan dan perkembangan pada masa reproduksi ini.
2. Membatasi makan makanan yang mengandung garam tinggi untuk mencegah hipertensi.
3. Minum air putih lebih banyak mendukung sirkulasi dalam tubuh, produksi cairan amnion dan meningkatnya volume darah, mengatur keseimbangan asam basa tubuh, dan mengatur suhu tubuh. Asupan air minum sekitar 2-3 liter perhari (8-12 gelas sehari)
4. Membatasi minum kopi, kandungan KAFEIN dalam kopi meningkatkan buang air kecil yang berakibat dehidrasi, tekanan darah meningkat dan detak jantung meningkat. Paling banyak 2 cangkir kopi/hari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resmume 2